Pages

Jumat, 08 Januari 2016

Morning Brew - Nina Addison

Judul : Morning Brew
Penulis : Nina Addison
Penerbit : Gramedia 
Status : Pinjam Teman
Rate : ☺☺☺☺





Sinopsis :

Seandainya kita bisa tahu dia memang ditakdirkan untuk kita. Seandainya ada jaminan cinta yang kita punya tidak akan membuat kita pecah berkeping-keping. Seandainya soal jodoh ada di tangan kita. Sayangnya, dalam hidup tak ada yang pasti.

Soal cinta apalagi.
Karenanya ketika boy, pacar tujuh tahunnya Reney, tiba-tiba bilang putus, Reney seperti dibuang ke lubang tanpa dasar dan tidak yakin bisa keluar lagi dari kegelapan di dalamnya. Tapi apa iya?

Yuk, mampir ke dunia Morning Brew. Reney, Danny, dan Ivana dengan senang hati siap menemani dengan cerita dan segelas kopi hangat plus semangkuk soup of the day yang akan bikin kamu ketagihan!

Patah Hati dan Move On.

            Boy, pacar ‘hampir’ delapan tahunnya Reney, tiba-tiba memutuskan hubungan mereka karena Boy mendapatkan beasiswa ke London. Padahal, Reney pikir, Boy akan melamarnya. Patah hati membuat Reney mengurung diri di kamar kostnya selama berhari-hari. Kedatangan dua sahabatnya lah, Danny dan Ivana, yang mampu membuat Reney bangkit kembali dan mulai masuk kerja.

Yup, Morning Brew, tempat Reney, Ivana dan Danny bekerja. Sebuah cafe mungil yang menyajikan menu spesial ‘soup of the day’. Di sana juga, Ivana dan Danny memberi usul untuk mencari cowok baru untuk melupakan Boy. Bagaimana bisa Reney melakukan itu, dia sudah terlalu terbiasa dengan Boy. Tapi tiga pria datang silih berganti di hidup Reney. Mampukah Reney Move-on??

Buku ini hasil pinjaman Tiara (thanks, ra). Dulu aku masih ingat Tiara pernah merekomendasikan buku ini di Goodreads dan akhirnya aku bisa baca juga. Sebenarnya agak skeptis, sih sama buku ini. mungkin karena ini buku debut, ya. tapi, hei, setelah satu dua halaman, aku kayaknya nggak bisa berhenti membuka halaman-halaman selanjutnya. Gaya bahasanya enak, mengalir. Ikutan sedih dan patah hati pas hari-hari pertama Reney putus dengan Boy. 

Plotnya nggak terlalu lamban dan nggak terlalu cepat. Karakter Danny dan Ivana juga semakin membuat buku ini meriah(kecup untuk Danny :D). Persahabatan mereka di Morning Brew benar-benar anugrah. Ivana dan Danny menarik Reney yang sedang berkubang di dalam patah hatinya, mengusulkan berbagai macam hal termasuk memilih salah satu pengunjung Morning Brew untuk dipacari!
Morning Brew. Cara Nina mendeskripsikan Morning Brew pun sangat memuaskan, aku seperti merasa sedang ada di salah satu sofa di Morning Brew, menunggu Soup of the day di sajikan. J


Best quote

“Ibarat tulisan, Ren, semua kalimat yang lo tulis harus ada titiknya untuk bisa lo lanjutkan ke kalimat berikutnya. Buat gue patah hati juga seperti itu. selesaikan dengan titik. Ucapkan selamat tinggal dari hati lalu berikan maaf pada dia dan pada diri lo sendiri. Pada akhirnya, rasa ikhlas itu akan datang dengan sendirinya seiring waktu.” (morning brew, p214)


0 komentar:

Posting Komentar